Anak dan Inisiatif

 

Mengembangkan Anak Yang Kurang Inisiatif 

 https://www.instagram.com/p/CRjG5jPsfJI/

Bersama :

🗣️ Irfan Wanata - Master Trainer BrainFit Indonesia

🗣️ Nancy Phiter - Master Trainer BrainFit Indonesia

🌟 Irene Phiter - Parents Coach, Certified Play Therapist, Master Trainer BrainFit Indonesia


Selasa, 27 Juli 2021

19.30 - 20.30 WIB

Live ZOOM

 


Inisiatif bisa diartikan sebagai personality trait untuk memulai tindakan, seperti memberi ide, usul, menawarkan bantuan tanpa diminta. Inisiatif bukan hanya kemauan tapi harus ditunjukkan dengan perbuatan / action.

Inisiatif tidak dapat digeneralisir untuk semua hal, namun biasanya bersifat spesifik. Orang tua akan bijak jika mengatakan anak saya kurang punya inisiatif dalam hal tertentu, tidak hanya berhenti di kata kurang inisiatif. Dengan demikian, kita jadi tahu dalam hal apa dan bagaimana cara melatih mereka.

Biasanya, kurang inisiatif yang merupakan kepribadian,  bisa diubah walaupun perlu usaha dengan cara pembiasaan dan latihan, karena kemampuan otak selalu beradaptasi. Awalnya, kita perlu mengingatkan anak untuk melakukan sesuatu. Setelah mengingatkan dan anak melakukan hal tersebut, kita perlu menjelaskan alasan hal tersebut diperbukat. Untuk membangun inisiatif, sebagai orang tua kita juga perlu menahan diri untuk membantu atau mengeluarkan komentar terhadap hal-hal yang sedang dilakukan anak.

Inisiatif perlu diikuti dengan perencanaan untuk mengeksekusi. Tidak semua anak bisa berinisiatif hingga melakukan action / tindakan. Hal ini dipengaruhi oleh kemampuan otak siswa yang terdiri dari kecerdasan kognitif dan kemampuan motorik. Komentar yang negative tanpa mengenal kendala anak, akan membuat kemauan untuk melakukan suatu action runtuh.

Untuk membantu siswa, kita bisa membantu mengembangkan atau melatih kemampuan otaknya tersebut.

Selain itu, awareness perlu dibangkitkan sebagai hal dasar untuk melatih anak untuk memiliki inisiatif. Meningkatkan awareness itu dapat dilakukan dengan memberikan kegiatan motorik yang terstruktur guna membangun bagian otak bagian awareness.

Ketertarikan / curious juga bisa dibangun melalui awareness. Jadi  dengan membangun awareness, anak dapat membangun banyak ketertarikan terhadap banyak hal. Ketertarikan itu akan membuat anak mengeksplorasi hal yang membuatnya tertarik. Hal inilah yang membangun inisiatif.

Untuk anak kecil, biarkan mereka bereksplorasi tanpa banyak larangan, namun perlu diawasi agar tidak berbahaya. Pemberian bantuan yang terlalu banyak juga akan menghambat inisiatif anak.

Pemberian contoh akan lebih maksimal jika disertai dengan penjelasan alasan kita melakukan suatu hal.





Komentar